Kurikulum akan terus dikembangkan berdasarkan berkembangan pendidikan sesuai tuntutan zaman. Pengembangan kurikulum merupakan proses mulai dari perencanaan dan penyusunan kurikulum sampai kegiatan yang dilakukan agar kurikulum dapat menjadi acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang dilakukan oleh pengembang kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum agar kokoh dan terarah diperlukan adanya landasan yang disebut landasan pengembangan kurikulum.

Bahasan ini merupakan bagian dari bahan sebagai keprofeionalisme-an guru, yakni pada bagian kompetensi pedagogik guru. Sebelum kita memahami pengembangan kurikulum, kita ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kurikulum.

 

Pengertian Kurikulum

Kurikulum memiliki berbagai pengertian ataupun tafsiran yang dirumuskan oleh para pakar dalam bidang pengembangan dan pendidikan.  Pengertian itu berbeda-beda dengan yang lainnya, sesuai dengan titik berat dan pandangan dari pakar yang bersangkutan.

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Berikut adalah pendapat yang diungkapkah oleh beberapa ahli, diantaranya;

  1. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan sebuah pengaturan berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar dan cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan nasional. (UU No. 20 Tahun 2003).
  2. Kurikulum merupakan niat dan harapan yang dituangkan kedalam bentuk rencana maupun program pendidikan yang dilaksanakan oleh para pendidik di sekolah. Kurikulum sebagai niat & rencana, sedangkan pelaksaannya adalah proses belajar mengajar. Yang terlibat didalam proses tersebut yaitu pendidik dan peserta didik. (Dr. H. Nana Sudjana – Tahun2005).
  3. Mengartikan kurikulum dalam arti yang luas yakni meliputi keseluruhan program dan kehidupan didalam sekolah. (Drs. Cece Wijaya, dkk).
  4. Kurikulum ialah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling utama dan terpenting dalam konteks proses belajar mengajar. (Prof.Dr. Henry Guntur Tarigan).
  5. Mengungkapkan bahwa kurikulum ialah suatu gagasan pendidikan yang diekpresikan melalui praktik. Pengertian kurikulum saat ini semakin berkembang, sehingga yang dimaksud dengan kurikulum itu tidak hanya sebagai gagasan pendidikan, namun seluruh program pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan nasional. (Harsono – Tahun 2005).

 

Pengertian Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum adalah proses dimulai dari perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) menjadi kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sampai kepada evaluasinya.

Kurikulum menjadi alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan tidak jalan ditempat, akan berkembang sesuai peradaban zaman. Artinya, kurikulum senantiasa dikembangkan agar sesuai dengan laju perkembangan  ilmu pengetahuan tekhnologi. Pengertian kurikulum menjadi lebih luas dan berkembang mengikuti perkembangan zaman tersebut. Namun perbedaan dalam memaknai kurikulum tidak menjadi masalah terhadap pencapaian tujuan pendidikan, apabila pengembangan kurikulum didasarkan pada landasan dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Perwujudan prinsip, aspek dan konsep terletak pada guru, maka dari itu guru harus memahami hal yang sangat mendasar dari kurikulum dan pengembangannya. Sehingga guru mempunyai tanggung jawab terhadap tercapainya tujuan kurikulum.

 

Tujuan Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum bertujuan mencari tahu apakah agenda kegiatan yang telah dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan-tujuan lembaga. Pengembangan kurikulum digunakan sebagai penilai umum meliputi konsep, masalah, dan keterampilan yang akan disusun menjadi kurikulum. Landasan pengembangan kurikulum berpijak pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan Standar Nasional Pendidikan yang bertujuan demi mewujudkannya tujuan pendidikan Nasional. Hal ini berdasarkan UU No 20 tahun 2003 Bab X tentang Kurikulum. Kurikulum diharapkan memberi dasar dan isi serta menjadi sarana bagi pengembangan kemampuan secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di masyarakat.

 

Landasan Pengembangan Kurikulum

Kurikulum yang menjadi rancangan pendidikan menjadikannya mempunyai kedudukan penting dalam dunia pendidikan. Maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa adanya landasan yang kokoh. Dengan landasan tersebut menghasilkan program pendidikan yang terarah dalam melaksanakan tujuan pendidikan.

Landasan yang tepat dan kuat dalam mengembangkan kurikulum tidak hanya diperlukan oleh para penyusun kurikulum ditingkat pusat (makro),  tetapi juga  harus dipahami dan dijadikan dasar pertimbangan oleh para pengembang kurikulum ditingkat operasional (satuan pendidikan), yaitu para guru, kepala sekolah, pengawas pendidikan (supervisor) dewan sekolah atau komite pendidikan dan pihak-pihak lain yang terkait (stacke holder).

Landasan dalam pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut:

Landasan Filosofis

Landasan ini dalam pengembangan kurikulum mencakup tentang landasan filsafat, mengidentifikasi dan mengimplitasikannya. Dengan filsafat metodologi praktik pendidikan terarah, timbal baliknya Pratik pendidikan itus endiri menjadi bahan bagi pertimbangan filosofis pendidikan. Sehingga landasan filosofis menjadi landasan penting dalam pengembangan kurikulum. Filsafat pendidikan menjadi dasar dan arah pendidikan, sedangkan pelaksanaannya melalui proses pendidikan.

Landasan Psikologis

Landasan ini dalam pengembangan kurikulum mencakup tentang perilaku dan fungsi mental manusia sebagai objek pendidikan secara ilmiah dan mengidentifikasinya. Dalam pengembangan kurikulum paling tidak ada 2 (dua) cabang psikologis, yakni psikologis perkembangan dan psikologis belajar. Ada 9 (Sembilan) aspek psikologis yang dikembangkan dengan perantara berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.

  1. Aspek Ketakwaan
  2. Aspek Cipta
  3. Aspek Rasa
  4. Aspek Karsa
  5. Aspek Karya (Kreatif)
  6. Aspek Karya (Keprigelan)
  7. Aspek Kesehatan
  8. Aspek Sosial
  9. Aspek Individu

Landasan Sosial Budaya

Landasan ini tentang nilai, tata sosial, dan tata laku manusia di masyarakatdan mengidentifikasinya. Dengan landasan Sosial Budaya diharapkan lahirnya manusia yang bermutu, mengerti dan mampu membangun masyarakat. Maka dari itu, kurikulum dengan segala perangkatnya tujuan, isi bahkan proses disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan masyarakat.

Landasan Yuridis

Kurikulum pada dasaranya adalah produk yuridis yang ditetapkan melalui keputusan menteri Pendidikan Nasional RI. Sebagai pengejawantahan dari kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif yang mestinya mendasarkan pada konstitusi/UUD. Dengan demikian landasan yuridis pengembangan kurikulum di NKRI ini adalah UUD 1945 (pembukaan alinia IV dan pasal 31), peraturan-peraturan perundangan seperti: UU tentang pendidikan (UU No.20 Tahun 2003), UU Otonomi Daerah, Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan, Surat Keputusan dari Dirjen Dikti, peraturan-peraturan daerah dan sebagainya.

 

Prinsip Pengembangan Kurikulum

Dalam pengembangannya, selain berpijak pada landasan-landasan, kurikulum juga harus menerapkan prinsip-prinsip tertentu. Prinsip pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah dan hukum dasar suatu kurikulum. Pengembangan kurikulum menggunakan prinsip tersebut yang telah dalam kehidupan sehari-hari atau akan ada prinsip-prinsip baru. Bisa jadi dalam pengimplementasian kurikulum menggunakan prinsip-prinsip yang berbeda pada masing-masing lembaga pendidikan, sehingga aka nada banyak prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum.

Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

Prinsip Relevansi

Prinsip relevansi ini mencakup kesesuaian dengan beberapa komponen tujuan, isi, strategi, dan evaluasi.

Relevansi yang dimiliki kurikulum terbagi menjadi dua yaitu relevansi keluar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. Relevansi keluar mencakup tujuan, isi dan proses belajar yang inginnya relevan dengan penolakan, kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Adapun relevansi di dalam maksudnya sesuainya komponen-komponen kurikulum (tujuan, isi, proses, penyampaian dan evaluasi). Relevansi dalam esensinya adalah keterpaduan kurikulum.

Prinsip Fleksibilitas

Prinsip ini berkenaan dengan kebebasan / keluwesan guru dalam pengimplikasiaan kurikulum dan program-program alternatif sesuai bakat dan minat pesera didik. Dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.

Prinsip Kontinuitas

Prinsip ini berkenaan dengan materi pelajaran yang berjenjang baik sekolah ataupun antartisi kelas. Perkembangan belajar beserta prosesnya berlangasung dengan berkesinambungan. Adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.

Prinsip Praktis dan Efisiensi

Dalam pelaksanaannya kurikulum haruslah mudah, menggunakan alat-alat yang mudah didapat dilingkungan sekitar dan biaya yang murah. Pelaksanaannya juga tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

Prinsip Efektifitas

Prinsip ini berkenaan tentang efek (dampak, pengaruh atau kesan) tentang kurikulum dengan kualitas yang dimilikinya. Efek itu ditinjau dari keberhasilan yang bisa dikukur dengan kurva dengan memperhatikan kulitas maupun kuantitas. Kuantitas ditinjau dari komponen kurikulum berupa tujuan, isi , proses dan evaluasi. Sedangkan kualitas hasil dari setiap pekerjaan. Dengan prinsip ini ada usaha agar aplikasi kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Prinsip Khusus

Prinsip khusus mencakup beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum, dianataranya: Prinsip keimanan, nilai dan budi pekerti, etika, logika, estitika, kinetika, keadilan, perkembangan pengetahuan dan tekhnologi, keterampilan hidup, peserta didik yang merupakan sentral, serta pendekataan yang menyeluruh dan kemitraan.

 

Demikian pembahasan kita tentang landasan pengembangan kurikulum, semoga bermenfaat bagi kawan-kawan Guru dan Adik-Adik calon Guru.