Pernahkah kita sebagai Guru memperhatikan peseta didik kita, mulai dari fisiknya dan segala tingkah lakunya. Atau kita cuma seorang Guru yang  sebatas masuk kelas-keluar kelas hanya untuk melaksanakan pembelajaran dari awal sampai selesai. Lalu bagaimana pembelajaran itu dirancang dan dievaluasi apakah menghiraukan karakterisik peserta didik SD kita, sementara menguasai karakter peserta didik termasuk kompetensi pedagogik yang wajib dimiliki seorang Guru.

Karakteristik adalah ciri khas, karena yang dibahas adalah peserta didik SD maka kita akan mengacu pada ciri khas anak pada usia sekolah dasar. Pada setiap perkembangan manusia pada satu tahapan ketahapan lain akan ada ciri khasnya sendiri-sendiri, mulai dari bayi, anak-anak, remaja sampai dewasa.

Tentu saja, karakter berikut merupakan karakter pada anak usia sekolah dasar atau peserta didik SD yang tumbuh normal pada umumnya.

Usia Peserta Didik Sekolah Dasar dari 6 atau 7 Tahun sampai 12 Tahun.  Awal mereka masuk Sekolah dasar juga merupakan awal masal anak-anak setelah mereka melewati masa Balita.  Pada usia 9 Tahun sampai dengan 11 tahun antara kelas 4 dan 5 mereka memasuki tahap pra-remaja. Setelah itu di kelas 6 mereka masuk pada masa remaja.

Kita bagi karakteristik peserta didik ke dalam beberapa aspek; dari aspek fisik, intelektual, sosial, moral,  kultural spiritual, dan emosional. Berikut ini adalah kaarakterisik pada masing-masing aspek.

 

Karakteristik Fisik dan Motorik Peserta Didik SD

Karakteristik fisik ini mencakup keadaan biologis misalnya otot dan tulang beserta geraknya.Berikut adalah karakteristik fisik peserta didik Sekolah dasar yang berkembang jenjang ke jenjangnya;

  1. 6 – 7 Tahun (Kelas 1)
  • Perkembangan bagian atas lebih cepat dibandingkan bagian bawah. Bagian anggota badan relatif pendek, dan kepala relatif besar.
  • Anak perempuan relatif lebih pendek dan langsing daripada laki-laki.
  • Tulang-tulangnya masih lemah
  • Masih belum dapat menggunakan kelompok otot-otot kecil
  • Mudah sakit dan daya tahan tubuh kurang
  • Menulis dengan rapi sesuai batas tulisan
  • Jarak pandang yang terbatas
  • Berkerja dengan meletakkan kepala diatas meja
  • Mengenggam diujung pensil
  • Terkadang tegang
  • Mulai terjadi pergantian gigi susu
  • Selalu bergerak, duduk, istirahat sebentar, lari lagi
  1. 8 Tahun (Kelas 2)
  • Pandangan dekat dan jauh sama kuat
  • Berkerja tergesa-gesa agar cepat selesai
  • Penuh energi, perlu dilepaskan dengan kegiatan di luar ruangan
  1. 9 Tahun (Kelas 3)
  • Koordinasi mata dan tangan meningkat
  • Proporsional bentuk tubuh yang tidak baik dapat terjadi
  • Gigi yang tetap mulai nampak
  • Meningkat dalam koordinasi gerak
  • Daya tahan bertambah
  • Adanya perbedaan individu mulai nyata dan terang antara laki-laki dan perempuan
  • Timbulnya kecelakaan banyak disebabkan mobilitas pada masa ini
  • Tertantang melakukan kegiatan fisik sekuatnya (memaksa)
  • Banyak mengeluh pada tubuhnya
  • Tinggi laki-laki dan perempuan kurang lebih sama.
  1. 10 Tahun (Kelas 4)
  • Tulisan tangan cenderung tidak rapi (jika dibandingkan dengan usia 9 th)
  • Berat badan bertambah kurang lebih 3,5 kg.
  • Anak perempuan mengalami lonjakan pertumbuhan tulang, tidak seimbang dengan pertumbuhan otot sehingga gerak kurang terkoordinasi.
  1. 11 Tahun (Kelas 5)
  • Otot kaki dan lengan berkembang
  • Laki-laki suka pertandingan kasar dan keras
  • Kekuatan otot-otot tidak selalu sejalan dengan pertumbuhannya
  • Keterampilan dengan gerakan lebih cepat, rumit, dan kompleks seperti orang dewasa.
  • Koordinasi gerak perempuan sudah baik, tanda pubertas perempuan/
  • Keadaan jasmani terlihat kuat
  • Perkembangan paru-paru hampir sempurna
  • Terlihat perbedaan nyata antara laki-laki dan perempuan
  1. 12 Tahun (Kelas 6)
  • Pertumbuhan tinggi badan perempuan melambat, laki‐laki memulai lonjakan pertumbuhan.
  • Dorongan pertumbuhan, tanda pubertas laki-laki.

 

Karakteristik Intelektual Peserta Didik SD

Pada umur 6 sampai 7 Tahun, atau kelas 1 SD mereka memasuki masa  praoperasional. Pada masa peserta didik memiliki pemikiran yang lebih simbolis tetapi tidak melibatkan pemikiran operasiaonal dan lebih bersifat egosentris dan intuitif ketimbang logis.

Pada umur 8 sampai 10 Tahun memasuki masa operational konkret. Pada masa ini peserta didik mampu menyusun, menggabungkan, memisahkan, membagi, menderetkan, dan melipat. Penggunaan logika mereka sudah memadai. Tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda konkrit.

Di umur 11 – 12 Tahun memasuki tahap operasi formal dimana peserta didik mampu berfikir tingkat tinggi, seperti berfikir secara deduktif, induktif, menganalisis, mensintesis, mampu berfikir secara abstrak dan secara reflektif, serta mampu memecahkan berbagai masalah.  Mereka mampu untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia

Berikut secara khusus menurut jenjang kelas;

  1. Kelas 1 SD
  • Pemikiran masih statis
  • Belum dapat berfikir abstrak
  • Kemampuan persepsi waktu
  1. Kelas 2 SD
  • Suka kegiatan kelompok
  • Suka menghasilkan sesuatu
  • Sering berkerja dengan keras/kuat
  • Mulai mahir dalam ketrampilan dasar
  • Mulai merasakan kemampuan ketrampilannya.
  1. Kelas 3 SD
  • Senang menghasilkan sesuatu dan mengoreksi diri sendiri
  • Mulai mengenal dunia yg lebih luas
  • Sedikit berimajiasi
  • Rasa ingin tahu
  • Mampu beradaptasi dengan beberapa kondisi yang dihadapinya
  • Bermasalah dengan kondisi abstrak, angka-angka yang banyak, periode waktu dan ruang
  1. Kelas 4 SD
  • Daya ingat cukup bagus
  • Kemampuan pada hal yang abstrak mulai meningkat
  • Menyukai aturan dan hal-hal yang masuk akal
  • Mengklasifikasi dan mengumpulkan hal-hal yang disukai , suka menyusun
  • Mampu kosentrasi dgn baik, bisa membaca dalam waktu yg relatif lama
  • Menjadi orang yang mampu menyelesaiakan masalah dengan baik
  1. Kelas 5 SD
  • Mampu merefleksikan atau memperbaiki tugas berikutnya
  • Dapat berfikir abstrak
  • Dapat membaangun dan memodifikasi aturan
  • Memusatkan perhatian pada pengembangan bakat dan memandang dunia dari berbagai segi
  • Suka berargumentasi
  1. Kelas 6 SD
  • Kemampuan memahami hal yang abstrak meningkat
  • Muncul kemampuan pada ketrampilan tertentu
  • Dapat dan akan melihat dua sisi dari sebuah argumen

 

Karakteristik Sosial Peserta Didik SD

  1. Kelas 1 SD
  • Suka menyendiri dan tertutup.
  • Membutuhkan penguatan terus menerus (aman & teratur)
  • Merasa tidak banyak orang yang menyukainya (berubah)
  • Percaya pada guru untuk membantunya
  • Sensitif pada perasaan orang Kadang suka mengadu
  • Tidak suka melakukan kesalahan
  • Kuat perasaan suka dan tidak suka
  • Menjaga kerapian meja dan lingkungan
  1. Kelas 2 SD
  • Persifat sangat baik, penuh dengan humor
  • Suka berkerjasama
  • Resisten (bertahan); membuat alasan dengan cepat ketika membuat kesalahan
  • Lebih suka kegiatan yang sama dengan teman sejenis
  • Bermasalah dengan atauran dan batasan-batasan
  • Kelompok pertemanan lebih banyak dari usia 7 Tahun
  • Llebih terbuka dan siap pengalaman baru dan teman baru.
  1. Kelas 3 SD
  • Sangat tinggi dalam kompetitif
  • Menyadari kelebihan dan kelemahan, minat dan pilihan
  • Tidak sabar
  • Sering merasa khawatir, cemas
  • Membuka jarak dengan orang lain
  • Sering mengeluh; masalah persamaan
  • Melihat orang dewasa secara tidak konsisten & sebagai kontrol
  • Kritis
  • Sering marah dan berubah-ubah emosinya
  • Individualistik
  • Menjadi lebih mandiri dan mandiri.
  • Kegiatan di luar rumah semakin penting bagi mereka, dan mereka cenderung khawatir tentang pendapat teman daripada anggota keluarga.
  1. Kelas 4 SD
  • Tidak suka pada hal-hal yang bersifat drama.
  • Gemar pada lingkungan sosial.
  • Senang pada cerita-cerita lingkungan sosial.
  • Sifat pemberani tetapi masih menggunakan logika.
  • Senang dengan diri mereka sendiri dan dunianya sendiri.
  • Mereka ingin bekerja sama dan menyenangkan orang tua dan guru.
  • Anak-anak seusia ini semakin pandai bergaul dengan orang lain.
  • Mereka penuh kasih sayang, dapat diandalkan, dan mudah beradaptasi.
  1. Kelas 5 SD
  • Peka, emosinya tidak stabil
  • Berseberangan pendapat
  • Senang berada diluar rumah
  • Selalu mengikuti kata hati, kasar dan kurang peduli
  • Suka berargumentasi
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Memahami keadaan dirinya
  • Emosional
  • Mudah masuk/keluar dari kelompoknya
  • Jengkel terhadap orang dewasa dan membenci diberitahu apa yang harus dilakukan.
  • Mereka bisa murung dan sering membesar-besarkan masalah atau situasi mereka.
  1. Kelas 6 SD
  • Mulai tampak kepribadian orang dewasa
  • Antusias dan tidak malu-malu
  • Berinisiatif untuk kegiatannya sendiri
  • Empati
  • Peduli pada dirinya dan sangat pengertian
  • Dapat membuat tujuan yang nyata dalam waktu singkat
  • Muncul rasa aman terhadap dirinya
  • Teman sebaya lebih penting dari pada guru

 

Karakteristik Moral Peserta Didik SD

  1. Kelas Rendah (Kelas 1 – 3 SD)
  • Suka memuji diri sendiri
  • Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu tugas maka tugas itu dianggapnya tidaklah penting.
  • Sering membandingkan dirinya dengan anak lain.
  • Meremehkan anak yang lain.
  1. Kelas Tinggi (Kelas 4 – 6 SD)
  • Perhatiannya tertuju kepada kehidupan praktis sehari-hari.
  • Ingintahu, ingin belajar dan realistis.
  • Timbul minat dengan pelajaran-pelajaran khusus.
  • Memandang nilai sebagai ukuran yang tepat terhadap prestasi belajarnya.
  • Membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama dengan peraturannya sendiri.
  • Berusaha terlihat baik oleh orang lain.

 

Karakteristik Kultural Spiritual Peserta Didik SD

  1. 6 – 11 Tahun (Kelas 1 sampai kelas 5 SD)
  • Berfikir logis dan mengatur dunia dengan kategori-kategori barunya sendiri.
  • Berusaha mengambil makna dari tradisi masyarakat sekitar.
  • Menginterpretasikan sesuatu yang abstrak secara konkret.
  1. 12 Tahun keatas (Kelas 6 SD dan selanjutnya)
  • Memaknai simbol-simbol dan berusaha mengetahui kebenarannya.
  • Melakukan kritik atas ajaran-ajaran yang dianutnya.
  • Mulai menjalani pengalaman ajaran yang dianutnya melalui simbol dan kegiatan keagamaan.

 

Karakteristik Emosional Peserta Didik SD

  1. 6 – 11 Tahun (Kelas 1 sampai kelas 5 SD)
  • Emosi anak akan semakin matang dan tentunya mulai pandai dalam mengendalikan diri.
  • Fokus dan perhatian mereka mulai pada hal-hal yang bersifat eksternal.
  • Anak mulai memahami hal apa yang mereka inginkan.
  • Muncul rasa empati pada orang lainnya.
  • Mengenali rasa malu serta bangga.
  1. 12 Tahun (Kelas 6 SD)
  • Mereka akan merasa malu, bersalah
  • Menjadi pribadi inferior dan mender.

 

Demikianlah artikel tentang karakteristik peserta didik sd yang diambil dari berbagai sumber dan pengalaman penulis. Penulis memohon koreksi dari pembaca yang terhormat. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi kita semua.