Tulisan kali ini bertujuan supaya kita para guru memiliki keterampilan berbahasa Indonesia, khususnya keterampilan membaca. Keterampilan membaca termasuk dalam kompetensi profesional yang wajib dimiliki seorang guru yang profesional. Untuk itu kita akan menguraikan tentang hakikat membaca.

Salah satu keterampilan ini pastinya harus dimiliki oleh guru Bahasa Indonesia. Bagi guru kelas Sekolah Dasar, pelajaran bahasa Indonesia juga merupakan pelajaran yang diampunya. Keterampilan membaca termasuk salah satu keterampilan dalam berbahasa selain dari keterampilan menulis, berbicara dan menyimak.

 

Pengetian Membaca

Ada beberapa pengetian membaca menurut para ahli, berikut beberapa pengertian membaca;

  1. Tarigan (1991:2)

Membaca  yaitu  proses  pemerolehan pesan  yang disampaikan oleh  seorang penulis melalui  tulisan.

  1. Syafi’ie (1999:6)

Membaca adalah Proses pengolahan informasi yang dilaksanakan oleh pembaca dengan menggunakan informasi dalam bacaan dan pengetahuan yang relevan dengan informasi.

  1. Slamet (2007a:66)

Membaca  adalah  suatu  proses  yang dilakukan  serta  digunakan  oleh  pembaca  untuk  memperoleh  pesan  yang  hendak disampaikan oleh penulis.

  1. Somadyo (2011: 1)

Membaca merupakan kegiatan interakti untuk memetik dan memahami makna yang terkandung dalam bahan tertulis.

  1. Harjasujana (1996:5)

Membaca adalah kemampuan yangkompleks. membaca tidak hanya memandangi lambing-lambang tertulis semata, melainkan berupaya memahami makna lambang-lambang tertulis tersebut.

Berdasarkan  beberapa  pendapat  para ahli di  atas,  dapat  kita simpulkan  bahwa  pada hakikatnya membaca adalah suatu proses interaksi memahami lambang bahasa melalui berbagai strategi untuk memahami makna dari yang tertulis, melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakongnitif.

 

Tujuan Membaca

Membaca utamanya bertujuan untuk memperoleh informasi, mencakup isi, dan memahami makna bacaan. Adapun tujuan lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Membaca untuk memperoleh rincian atau fakta. Membaca dilakukan untuk mengetahui atau menemukan informasi yang lengkap.
  1. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama atau menyimpulkan. Membaca dilakukan untuk mengetahui inti dari sesuatu atau untuk menyimpulkan suatu informasi, bisa berupa topik yang baik dan menarik, masalah dalam cerita, dan apa saja yang dipelajari.
  1. Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita. Membaca dilakukan untuk mengetahui atau menemukan yang terjadi pada setiap bagian cerita/bacaan.
  1. Membaca untuk mengklasifikasikan atau membandingkan. Membaca dilakukan untuk mencari dan menemukan informasi mengenai kebenaran atau mana yang baik dan tidak baik.
  1. Membaca untuk mengevaluasi. Membaca dilakukan untuk menemukan kesalahan yang telah terjadi baik dalam bagian tulisan (khuruf, kata dan paragraf), bisa juga  isi dalam tulisan yang berupa data atau laporan.

 

Jenis-Jenis Membaca

  1. Membaca Permulaan

Ada berbagai metode yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran membaca permulaan, antara lain;

  • Metode Bunyi,

Konsepnya adalah disuarakan, berbicara, dan mendengarkan. Pada metode ini memulai pengajarannya dengan mengenalkan huruf vokal (a, i, u, e, dan o). Setelah melalui tahap ini, peserta didik diajak untuk berkenalan dengan suku kata dengan merangkai beberapa huruf yang sudah dikenalnya.

  • Metode Eja Abjad

Metode eja abjad adalah belajar membaca yang dimulai dari mengeja huruf demi huruf. Pendekatan  yang dipakai  dalam metode  eja  adalah  pendekatan  harfiah.  Pembelajaran metode  eja terdiri dari pengenalan huruf atau abjad a  sampai  z. Setelah pelafalan huruf, para peserta didik  diajak  untuk  berkenalan  dengan  suku  kata  dengan  cara  merangkaikan beberapa huruf yang sudah dikenalnya.

  • Metode Kupas Rangkai Suku Kata

Langkah-langkah  pembelajaran  membaca  permulaan  dengan  metode rangkai-kupas suku kata adalah: (1) Tahap pertama, pengenalan suku-suku kata. (2) Tahap  kedua,  merangkaian  suku-suku  kata  menjadi  kata.  (3)  Tahap  ketiga, perangakaian  kata  menjadi  kelompok  kata  atau  kalimat  sederhana.  (4)  Tahap keempat,  pengintegrasian  kegiatan  perangkaian  dan  pengupasan  suku-suku  kata. Metode  suku  kata  atau  silaba  populer  dalam  pembelajaran  baca  tulis  Al-Qur’an.

  • Metode Kata Lembaga

Metode kata lembaga merupakan metode yang disajikan dalam pembelajaran membaca dengan kata yang mudah dan tidak asing bagi peserta didik. Kemudian diuraikan menjadi suku kata dan menjadi huruf lalu dirangkai lagi menjadi kata.

  • Metode Global

Proses  penguraian  kalimat menjadi  kata,  kata menjadi  suku  kata,  suku kata  menjadi  huruf-huruf,  tidak  disertai  dengan  proses  sintesis  (perangkaian kembali). Artinya, huruf-huruf yang telah terurai itu tidak dikembalikan lagi pada satuan di atasnya, yakni suku kata. Demikian  juga dengan suku-suku kata,  tidak dirangkaikan  lagi  menjadi  kata;  kata-kata  menjadi  kalimat.

  • Metode Struktual Analitik Sinteksis (SAS)

Metode SAS ini bersumber dari ilmu jiwa Gestalt, suatu aliran dalam ilmu jiwa  totalitas yang  timbul  sebagai  reaksi atas  ilmu  jiwa unsuri. Psikologi Gestalt menganggap  segala  penginderaan  dan  kesadaran  sebagai  suatu  keseluruhan. Artinya, keseluruhan lebih tinggi nilainya daripada jumlah bagian masing-masing. Jadi,  pengamatan  pertama  atau  penglihatan  orang-orang  atas  sesuatu  bersifat menyeluruh  atau  global.

  • Membaca Lancar

Membaca lancar dilakukan dengan memperhatikan maksud yang terdapat di dalam bacaan, sehingga perlu diperhatikan penggunaan intonasi dalam membaca.

  1. Membaca Lanjut

Membaca lanjut adalah keterampilan membaca yang baru dapat dilakukan bila pembaca telah dapat membaca teknik atau membaca permulaan.

Membaca lanjut terbagi sebagai berikut;

  • Membaca Intensif

Ciri-cirinya antara lain: menggunakan teks wacana yang berkisar antara 125-175 kata, teks yang digunakan disesuaikan dengan informasi yang sedang berkembang pada saat itu (teks kekinian), dan teknik membaca intensif menggunakan teknik membaca dalam hati.

  • Membaca Memindai

Membaca memindai dapat dilakukan dengan  cara mata bergerak  cepat, membaca  meloncat-loncat,  dan  melihat  kata  demi  kata.  Setelah  menemukan bagian  yang  dibutuhkan,  gerakan  mata  berhenti.  Selanjutnya  informasi  yang dibutuhkan  dicermati.  Contohnya membaca  kamus.  Tentukan  kata  dasar  yang hendak  dicari.  Lihat  huruf  pertama  dan  berikutnya  huruf  ke-dua.  Perhatikan urutan hurufnya. Sampai ditemukan kata yang dimaksud.

  • Membaca Pemahaman

Membaca  pemahaman  yang  dimaksud  yaitu  jenis  membaca  yang bertujuan  untuk  memahami:  (1)  standar-standar  atau  norma-norma kesusastraan  (literary  standards);  (2)  resensi  kritis  (critical  review);  (3)  drama tulis (printed drama); dan (4) pola-pola fiksi (pattrens of fiction).

  • Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata  bergerak  dengan  cepat  melihat,  memperhatikan  bahan  tertulis  untuk mencari serta mendapatkan informasi .

  • Membaca Cepat

Membaca  cepat  bukan  berarti  jenis  membaca  yang  ingin  memperoleh jumlah  bacaan  atau  halaman  yang  banyak  dalam  waktu  singkat. Membaca ini bertujuan untuk mengajarkan membaca  dengan  tujuan  peserta didik  dalam  waktu  yang  singkat  dapat membaca secara lancar dan dapat memahami isinya secara tepat dan cermat.

  • Membaca Indah

Tujuan  yang  ingin  dicapai  dalam  membaca indah  ini  adalah  agar peserta didik dapat memperoleh  suatu  keindahan  yang  sumbernya  bahasa  atau  keindahan  yang bersumber  pada  bacaan.  Unsur  irama,  intonasi,  ketepatan  ucapan memegang peranan penting.

  • Membaca Pustaka

Membaca  pustaka  yang  dimaksud  yaitu  membaca  daftar  pustaka  yang terdapat  dalam  buku.  Daftar  pustaka  dapat  ditemukan  di  dalam  setiap  buku cetak ata buku pelajaran.

 

Demikianlah tulisan ini tentang hakikat keterampilan membaca meliputi pengetian, tujuan dan jenisnya.  Semoga bermanfaat bagi rekan guru dan adik-adik calon guru sekalian. Bila ada kesempatan kita akan uraikan satu-persatu dari jenis-jenis membaca beserta praktiknya dalam proses membaca.

 

Pustaka:

Harjasujana, A.S. & Damaianti, V.S. 2003. Membaca dalam Teori dan Praktik. Bandung: Mutiara.

Slamet, St. Y. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Sumadyo,Samsu. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Syafi’ie, Imam. 1999. Pengajaran Membaca Terpadu. Bahan Kursus Pendalaman Materi Guru Inti PKG Bahasa dan Sastra Indonesia. Malang: IKIP.

Tarigan, Henry Guntur. 1984. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.