Proses pembelajaran menjadi titik tumpu dalam pendidikan. Sehingga untuk mencapai tujuan pendidikan maka diperlukan desain pendidikan yang bagus. Terutama guru sebagai ujung tombak pendidikan yang berhadapan langsung dengan Peserta Didik dalam pembelajaran, sehingga desain pembelajaran diperlukan untuk merekayasa pembelajaran agar efektif sebagai bagian dari desain pendidikan.

Pengertian Desain Pembelajaran

Isitilah “Desain” baru-baru ini lebih popular dari kata sebelumnya yaitu rancangan. Kata desain ini resapan dari Bahasa Inggris yang aslinya “Design”. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Kata “desain” disandingkan dengan kata lain cukup memberi wibawa, contohnya desain grafis, desain interior, desain eksterior, desain fotografi, dan lain sebagainya. Desain bermakna adanya keseluruhan, struktur, kerangka atau outline, dan urutan atau sistematika kegiatan.

Dalam dunia pendidikan juga tidak mau ketinggalan, maka muncullah istilah “Desain Pembelajaran. Proses belajar terjadi dengan segala kondisi-kondisi belajar, baik internal maupun eksternal. Kondisi internal berupa kemampuan dan kesiapan diri pebelajar, sedangkan kondisi eksternal adalah pengaturan lingkungan yang didesain. Kondisi eksternal inilah yang harus didesain dengan sistematis dan menerapkan kosep pendekatan sistem agar mampu menumbuhkan kondisi belajar internal.

Desain pembelajaran adalah pengembangan secara sistematis dari spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori belajar dan pembelajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam pengembangannya  berawal dari pemahaman tentang kondisi peserta didik dari segala aspek, baik kognitif, mental dan fisik  berlanjut ke perumusan tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, media sampai evaluasi.

Pengertian Desain Pembelajaran Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian Desain Pembelajaran menurut para Ahli;

  1. Menurut Reigeluth (1983), Desain Pembelajaran adalah kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan pembalajaran untuk memfasilitasi proses belajar seseorang. Desain pembelajaran juga diartikan sebagai proses merumuskan tujuan, strategi, teknik, dan media.
  2. Menurut Gagne dkk menyatakan bahwa desian pembelajaran disusun untuk membantu proses belajar seseorang, di mana proses itu sendiri memiliki tahapan segera dan jangka panjang.
  3. Menurut Briggs, Desain Pembelajaran adalah rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
  4. Menurut Seels & Richey, Desain Pembelajaran adalah proses untuk merinci kondisi untuk belajar, dengan tujuan makro untuk menciptakan strategi dan produk, dan tujuan mikro untuk menghasilkan program pelajaran atau modul.
  5. Menurut Shambaugh (2006) desain pembelajaran adalah “ An intellectual process to help teachers systematically analyze learner needs and construct structures possibilities to responsively address those needs.” Jadi suatu desain pembelajaran diarahkan untuk menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran kemudian berupaya untuk membantu dalam menjawab kebutuhan tersebut.
  6. Menurut Rothwell dan Kazanas (1992) bahwa desain pembelajaran terkait dengan peningkatan mutu kinerja seseorang dan pengaruhnya bagi organisasi.
  7. Menurut Gentry (1994) desain pembelajaran adalah suatu proses yang merumuskan dan menentukan tujuan pembelajaran, strategi, teknik, dan media agar tujuan umum tercapai.

Tujuan Desain Pembelajaran        

Tujuan utama desain pembelajaran yaitu menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien serta mengurangi kesulitan dalam pembelajaran.

Fungsi Desain Pembelajaran

Fungsi Desain Pembelajaran, diantara sebagai berikut;

  1. Mengembangkan sistem belajar mengajar menuju efesiensi dan efektifitas pembelajaran.
  2. Meningkatkan kemampuan fasilitator (instruktur, guru, widyaiswara, dosen, dll).
  3. untuk memecahkan masalah pembelajaran.
  4. Untuk mempredeksi keberhasilan yang dicapai dalam pembelajaran.
  5. Menghasilkan sumber belajar yang tepat.
  6. Alat ukur hasil pembelajaran

Komponen atau Ruang Lingkup Desain Pembelajaran

Dalam desain pembelajaran untuk mengembangkan dan merancang sistem pembelajaran, maka perlu memperhatikan komponen-komponen berikut;

  1. Kemampuan awal dan potensi yang dimiliki peserta didik
  2. Rumusan Tujuan Pembelajaran, baik tujuan umum maupun khusus. Tujuan pembelajaran merupakan penjabaran dari kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.
  3. Analisis materi ajar.
  4. Analisis aktivitas pembelajaran, merupakan analisis aktivitas peserta didik terhadap materi ajar.
  5. Pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan awal peserta didik, tujuan pembelajaran, dan materi ajar.
  6. Metode Pembelajaran. Hal ini terkait dengan Strategi pembelajaran ataupun model pembelajaran yang dianggap jitu dalam mentransfer materi ajar kepada peserta didik sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
  7. Sumber belajar, adalah sumber yang dapat diakses untuk memperoleh pelajaran.
  8. Evaluasi sebagai alat ukur kompetensi yang sudah atau belum dikuasai pembelajaran..

Sifat desain pembelajaran

1. Berorientasi pada peserta didik

Desain pembelajaran acuan utamanya kepada peserta didik. Setiap individu peserta didik dipertimbangkan memiliki kekhasan masing-masing.Peserta didik bersifat heterogen, setiap individu mereka baik fisik dan motorik, moral, spiritual, dan emosional yang akan mempengaruhi gaya bejalar mereka masing-masing.

2.Alur berfikir sistemik

Kerangka berfikir sistem pembelajaran menerapkankonsep dan pendekatan sistem dengan optimal. Setiap komponen yang menjadi rangkaian sistem yang  memiliki fungsinya masing-masing berkordinasi dengan baik dalam melaksanakan tujuan yang dirumuskan sebelumnya.

Keberhasilan ataupun kegagalan dalam pelaksanaannya dapat disebabkan oleh beberapa komponen bahkan oleh salah satu kompenen saja. Jadi jika ada perbaikan maka seluruh komponen harus ditinjau kembali.

3. Empiris dan berulang

Ada beberapa model Desain Pembelajaran, seluruh model bersifat empiris. Model apapun yang telah dikaji oleh para pakar pada penerapannya dapat dikembangkan dan selalu diperbaiki tahap yang mengalami kekurangan untuk efektifitas pembelajaran.

Kedudukan Desain Pembelajaran

Pengembangan dan perancangan pembelajaran harus memahami peran dan fungsi setiap komponen dalam penerapannya pada pembelajaran.

Kedudukan desain pembelajaran merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran secara umum meliputi tiga tahap, pertama; merancang dan mengembangkan sistem pembelajaran, kedua; penerapan desain pembelajaran dan ketiga; evaluasi pembelajaran.

Langkah Desain Pembelajaran

Garis besarnya langkah-langkah untuk menyusun desain pembelajaran adalah sebagi berikut;

  1. Menganalisis lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  2. Merancang spesifikasi proses pembelajaran yang efektif dan efesien  yang disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  3. Mengembangkan sumber belajar.
  4. Penerapan desain pembelajaran.
  5. Mengevaluasi secara formatif dan sumatif terhadap pembelajaran.
Siklus Kegiatan Pembelajaran
Siklus Kegiatan Pembelajaran

Pada tulisannya selanjutnya kita akan membahas model-model desain pembelajaran. Semoga artikel ini bermanfaat.