15fUkKsZVT9yDgBv50vtln5Ad8Y63wPOAJoCaduz

Cari Blog Ini

Gambar tema oleh Igniel

Laporkan Penyalahgunaan

8 Jenis Cerita Fiksi beserta Contohnya

cerita fiksi

Cerita fiksi
dinikmati oleh pembaca, pedengar maupun penonton sebagai hiburan. Di masyarakat sudah sangat akrab dengan hiburan ini. Kadang ada yang menganggap bahwa cerita fiksi itu benar terjadi.

Artikel ini ditulis sebeagai materi dab bahan pelengkap untuk siswa kelas 4 Sekolah Dasar berdasarkan Kompetensi Dasar ‘Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi’.

Berikut adalah pengertian, ciri, unsur dan 8 jenis cerita fiksi beserta contohnya.

Pengertian Cerita Fiksi

Cerita fiksi adalah cerita rekaan atau khayalan yang dibuat pengarang dan bukan berdasarkan atas kejadian nyata.

Cerita fiksi dibuat berdasarkan khayalan, imajinasi, pandangan, pikiran, tafsiran atau penilaian pengarangnya.

4 contoh cerita fiksi; Kancil dan Buaya, Burung Pipit dan Anaknya, Asal Mula Telaga Warna, Asal Mula tangkupan Perahu. Dan masih banyak contoh cerita fiksi yang lain.

Ciri-Ciri Cerita Fiksi

Ciri cerita fiksi adalah sebagai berikut;

  • Bersifatnya rekaan atau imajinasi
  • Kadang terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak.
  • Secara umum menggunakan bahasa konotatif (bukan sebenarnya)
  • Menyasar emosi atau perasaan, bukan logika pembaca
  • Tidak memiliki sistematika yang baku
  • Tersisip pesan moral atau amanat pengarang

Jenis-Jenis Cerita Fiksi dan Contohnya

Berikut ini berbagai jenis cerita fiksi beserta contohnya;

1. Legenda

Legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang berhubungan dengan peristiwa sejarah.

Contoh cerita legenda; Asal Mula Candi Prambanan, Tangkupan Perahu, Telaga warga dan lain-lain.

2. Drama

Drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan bisa menggambarkan watak dan kehidupan melalui dialog atau/dan acting yang dipentaskan.

Contoh drama; Janji Senja, Pulang Sekolah, Persahabatan, dan masih banyak contoh naskah drama lainnya.

3. Cerpen

Cerpen adalah cerita pendek yang memberikan kesan tunggal dan terpusat pada satu tokoh pada satu situasi. Cerpen sendiri merupakan singkatan dari cerita pendek.

Contoh Cerpen; Gelang Persahabatan, Bukan karena main di kebun, Si Jaduk, dan lain-lain.

4. Novel

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelakunya.

Contoh novel; Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, 3 Menara, dan lain-lain.

5. Mite atau Mitos

Mite adalah cerita yang mempunyai latar belakang sejarah, dipercaya sebagai cerita yang benar teradi oleh masyarakat setempat, dianggap suci dan mengandung hal-hal yang msitik atau ajaib. 

Contoh cerita mite; Nyi Roro Kidul, Jaka Tarub, Dewa Zeus dan lain sebagainya.

6. Fabel

Fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang.

Contoh fabel; Kancil dan Buaya, Burung Jalak dan Kerbau, Monyet dan Kura-Kura, dan lain-lain.

7. Sage

Sage adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah yang menceritakan kepahlawanan, keberanian, kesaktian dan keajaiban seseorang.

Contoh cerita sage; Calon Arang, Hercules, Airlangga, Gatotkaca, dan lain-lain.

8. Cerita Jenaka

Cerita cerita jenaka adalah cerita penghibur yang membangkitkan tawa, lucu, jenaka, raing atau sindiran.

Contoh cerita jenaka; Si Kabayan, S Palui, Abu Nawas dan lain-lain

Unsur-Unsur dalam Cerita Fiksi

Unsur cerita fiksi terbagi dua yaitu Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah bagian-bagian utama yang membangun utuh sebuah cerita. Unsur Intrinsik terdiri dari tema, tokoh, perwatakan, alur, latar, konflik, klimaks, sudut pandang dan amanat.

Tema

Tema adalah ide utama atau gagasan pokok dari sebuah cerita. Tema lah yang membangun sebuah cerita, diibaratkan sebuah rumah akan maka tema berperan sebagai pondasi.

Pada cerita pendek biasanya terdapat satu tema, tetapi pada cerita panjang terdapat lebih dari satu tema.

Tokoh dalam cerita fiksi

Tokoh adalah pelaku dalam sebuah cerita. Kadang tokoh disebut juga dengan ‘karakter’.

Tokoh dalam cerita fiksi terbagi menjadi dua yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan.

Tokoh Utama

Tokoh utama adalah tokoh yang terlibat langsung dalam inti cerita atau terlibat dalam konflik. Tokoh utama terdiri dari Protagonis & Antagonis.

Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang paling disorot dalam sebuah cerita. Tokoh Protagonis disebut juga Pemeran Utama. 

Tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan melawan tokoh protagonis.

Antagonis lah yang berkonflik atau berlawanan dengan tokoh protagonis. Tidak semua cerita protagonis merupakan tokoh yang baik, terkadang juga jahat. Apabila tokoh protagonis baik maka antagonis jahat, begitu pula sebaliknya.

Tokoh Tambahan

Tokoh tambahan adalah tokoh yang tidak terlibat konflik, munculnya hanya sedikit dalam cerita.

Tokoh tambahan tidak dipentingkan. Kehadirannya hanya pelengkap, jika ada keterkaitannya dengan tokoh utama, secara langsung ataupun tak langsung.

Perwatakan

Perwatakan adalah penyifatan tokoh dalam cerita. Penulis menggambarkan bagaimana seorang tokoh dalam cerita sehingga memberi kesan pembaca, pendengar atau penonton terhadap tokoh dalam cerita.

Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menggerakkan jalan cerita dari awal sampai klimaks hingga akhir cerita. Alur merupakan gambaran dari seluruh cerita.

Latar

Latar adalah tempat, waktu dan suasa yang terjadi dari peristiwa-peristiwa dalam cerita.

Latar memberikan informasi yang sangat penting tentang keadaan dimana cerita itu terjadi pada waktu itu.

Konflik

Konflik adalah suatu pertentangan atau ketegangan yang terjadi dalam suatu cerita. Pertentangan terjadi antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

Klimaks

Klimaks adalah puncak dari konflik. Klimaks berfungsi untuk mengakhiri sebuah cerita.

Pada klimaks ini terjadi perubahan penting dari tokoh utama. Hasil dari klimaks merupakan merubah tokoh utama dari keadaan sebelumnya, misalkan susah menjadi senang atau menderita menjadi Bahagia.

Sudut Pandang atau Point Of View

Sudut pandang adalah cara pandang pengarang/penulis untuk menyajikan tokoh, latar, dan alur yang membentuk cerita.

Amanat

Amanat adalah pesan moral dalam suatu cerita yang ingin disampaikan oleh pengarangnya.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur diluar cerita namun mempengaruhi alur cerita. Kadang unsur ekstrensik ini membuat cerita fiksi seakan benar terjadi atau seakan cerita nonfiksi.

Unsur ekstrinsik terdiri dari :

  • Keyakinan pengarang dan lingkungan sekitar
  • Pandangan hidup pengarang dan masyarakat
  • Latar belakang kondisi dan Pendidikan pengarang dan lingkungannya
  • Psikologi pengarang
  • dan lain hal yang mempengaruhi alur cerita
Demikian bahan ajar atau materi ajar tentang cerita fiksi. Semoga bermanfaat.

Baca juga
badaruzzaman
Saya seorang Guru kelas di SD Negeri Kandangan Kota 1.

Related Posts

Posting Komentar